Senin, 20 Agustus 2012

Solo, kok tiba2 jadi begini?

berrita ini benar2 mencuri perhatian saya sebagai mahasiswa. karena apa, masalah penembakan dan pelemparan ini memang benar membuat kita semua takut, panik. kejadian ini memang pure sebagai terror act yang dilakukan oleh orang indonesia, meskipun kita belum tau, apa sang pelaku itu berasal dari solo itu sendiri atau berasal dari kota lain.

kejadian ini membuat masyarakat bertanya tanya, siapa sang pelaku, dan atas dasar apa pelaku melakukan hal tersebut. dalam buku yang pernah saya baca, semua kejadian yang ingin mengakibatkan ketakutan, dan kecemasan serta juga untuk mengambil perhatian masyarakat adalah aksi terror. sekarang ada 3 hal yang bisa saya simpulkan, meski masih membutuhkan hard evidence. ada 3 kemungkinan kejadian terror di solo itu terjadi karena:

1. ideology group (yg sering disebut sbg biang terror di indonesia)
2. kampanye gubernur DKI (foke vs jokowi)
3. intelligent.

kita ke kemungkinan yg pertama. ideology group, atau terrorisme group yang sudah ada. mereka adalah salah satu gembong terror yang ada di indonesia. mereka bisa dijadikan sebagai tersangka, dengan asumsi merekalah memang yang selalu menebar terror di indonesia. tapi tunggu dulu, ada big question mark yg haruskita pertanyakan. atas dasar apa,mereka melakukan terror ini? karena yg kita tahu mereka hanya berorientasi pada agama. dan mereka juga tidak segan2 untuk melakukan bom bunuh diri, atau yang lain. tidak hanya cuma melempar pos polisi dengan granat atau menembak pos polisi. dan kenapa harus solo? kenapa tidak dijakarta saja? ini yang pertama, dari kemugkinan yang pertama, yaitu dari group ideology.

yang kedua adalah tentang pencalonan jokowi di pilgub DKI, dengan lawannya foke, yang notabene gubernur yg sedang ingin mempertahankan posisinya sbg gubernur DKI. analisa saya mengatakan bahwa, begini, kekalahan fauzi bowo pada putaran pertama pilgub DKI, membuat pusing foke dan tim suksesnya, bagaimana cara mengambil hati rakyat DKI, supaya bisa memilih beliau. kita tahu citra foke sudah agak menurun dimata penduduk jakarta. dan sekarang datang penantang dari kota solo, pak jokowi dengan pencitraannya yg baik dan orang yg sopan dalam bertutur kata dll, membuat banya penduduk memilih beliau. sekarang kembali ke kasus solo. mungkinkah kasus ini bisa kita sangkut pautkan dengan kasus yg sudah solo? mungkin saja, begini, ingat statement pak foke saat mengunjungi korban kebakaran? "besok lo nyolok siape? klo nyolok jokowi, lo ke solo aje sono" suatu statement yg kurang pantas diucapkan untuk menarik hati para korban kebakaran. bisa saja demi menjatuhkan citra jokowi, pihak foke membuat sebuah tim khusus, untuk sengaja membuat terror di solo demi melancarkan kampanye beliau. sementara pak jokowi membenahi masalah yg ada di solo, foke dengan leluasa berkampanye di jakarta, demi dipilih kembali oleh rakyat jakarta. bisa pihak sipil ataupun dari pihak militer yg melakukan penembakan dan pelemparan granat. jika pihak sipil, kemungkinan agak kecil, karena pihak sipi tidak memiliki senjata, kecuali dipinjamkan atau didanai untuk membeli. hal itu bisa saja terjadi, atau dari pihak militer. kita lihat siapa wakit dari mr foke. bapak nara yg kita tau purnawirawan TNI. meskipun beliau sudah purnawirawan, bukan berarti beliau hilang kuasa, atau tidak punya orang suruhan. tapi tetap, ini membutuhkan hard evidence, untuk mencapai suatu konklusi yang benar2 jelas.

yg terakhir adalah inteligent. kok bisa disangkut pautkan sama intel indonesia? menurut analisa saya, ini ada sangkut pautnya dengan poin ke 2, tentang pilgub DKI. ini ditandai dengan, banyak yg bilang, dengan terpilihnya jokowi sbg gubernur DKI, ini menandakan akan adanya perubahan yg masyarakat inginkan. memang tidak ada sangkut pautnya dengan intelijen seharusnya, kepala BIN, marciano norman tidak ada hubungannya dengan kasus ini, tapi, siapa yg bisa beri perintah kepada kepala bin tsb. ya bukan lain lagi adalah presiden. presiden saat ini sedang gundah gulana, kenapa, jika memang benar jokowi naik jadi gubernur, maka partai oposisi akan naik, dan akan mengalahkan partai2 yg beliau usung dan alliansinya. partai demokrat adalah partai yg memberikan suaranya kpd pasangan foke nara. jika benar foke nara kalah dalam persaingan pilgub, bisa jadi, kandidat dr partai oposisi spt PDI P dan gerinda bisa menang dalam pilpres 2014. apalagi SBY tidak bisa mencalonkan jadi presiden lagi. jika ini terjadi, SBY lengser dan penggantinya adalah orang dari partai oposisi, maka, akan hacurlah partai demokrat, kenapa, karena sudah banyak kasus yg menyeret anggota partai tsb. belum lagi testimoni dari antasari azhar ttg sangkut pautnya presiden pada kasus bank century. jika SBY tidak bersalah, mungkin citra beliau akan tidak terlalu buruk, tetapi jika memang beliau bersalah, nasibnya akan benar2 jatuh. tapi sekali lagi, ini hanyalah analisis dari saya.

kesimpulannya adalah, kasus ini akan menyeret banyak nama jika ini memang akan terungkap. tetapi apa yg telah saya tulis diatas merupakan sebuah analisis dari seorang mahasiswa. ketepatan atau kebenarannya kita akan lihat nanti. sekali lagi, dibutuhkan bukti yang sangat kuat untuk membuktikan siapa yg bersalah. ini adalah aksi terror. semakin sulit ditebak, semakin merasa menang si terroris itu. mungkin hal ini akan sulit terungkap, jika banyak nama besar yg ikut serta dalam kasus ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar